kau mainkan untukku
sebuah lagu tentang negeri di awan
dimana kedamaian menjadi istananya
dan kini tengah kaubawa aku menuju kesana
Ai,
Mari kita bangun negeri kita,
Cuma kita berdua,
Menggapai mimpimu,
Menggapai mimpiku,
Menggapai mimipi KITA,
Dengan istana kedamaian,
Kupenuhi kau dengan cintaku,
Kaupenuhi aku dengan cintamu,
Semoga Tuhan mendengar doa kita..
--budiw
Ai,
Cintaku cuma untukmu,
Semalaman aku pupuk cinta ini,
Supaya bunga kita bisa tumbuh indah,
Ai,
Aku sirami cinta ini dengan tangisku,
Aku siami cinta ini dengan perhatianku,
Supaya bunga ini tahu, ada aku disini.
Ai,
Jangan digoyang pot bunganya ai,
Nanti tanahnya jadi jatuh berkurang,
Nanti bunganya jadi miring gak bagus.
Ai,
Tolong jaga bunga ini ya ai,
Sebisa kamu ai,
Dan jangan lupa kau siram ai,
Supaya bunganya tidak layu ai.
Ai,
Aku capek,
Bunganya tidak laju berkembang,
Apa pupuknya kurang ai?
Atau, aku terlalu banyak menyiramnya ai?
Ai,
Aku bingung,
Aku tidak punya buku tentang bunga ai,
Kupikir, aku tahu tentang bunga ai.
Ai!!!
Bunganya mati.
Aku ikut mati.
Kupu Kupu Kecilku
Kupukupukecilku,
Kau berada nun jauh disana,
aku berusaha merengkuhmu,
dan kaupun jua.
Kupukupukecilku,
Aku sang mentari alam,
mencoba untuk menerangimu,
menemanimu dalam gelapmu.
Kupukupukecilmu,
Ia ada untukku,
bukan untukmu.
Kupukupukecil,
cinta/mu/ku?
Semaleman aku tak tidur, memikirkan apa yang salah, memikirkan apa yang Tuhan rencanakan.
Ditipi, banyak berita tentang pembunuhan, pemboman dan perang. Sepertinya tidak ada cinta disana.
Ah, aku terlalu banyak berharap. Dan mungkin cintaku sendiri sudah habis termakan jaman.
Akhirnya aku tahu, Tuhan tak menciptakan cinta banyak-banyak. Makanya cintaku habis dimakan rayap waktu.
--
Menangis.
Semalaman aku menangis.
Buatmu.
Percuma.
B sayang..
Kamu memang bukan yang pertama..
Juga bukan yang sempurna..
Dengan sisa hati ini,
Ijinkan aku mencintaimu
Di sepanjang hidupku..
Karena kamulah cintaku..
Cintaku yang sempurna..
Slamanya..
...
dari sayangku..
Rasanya
nyaman
sekali
berada
disini,
Terima kasih sayangku.