Manajemen Bandwidth - Other side of view

Pembagian bandwidth merupakan kerjaan yang gampang-gampang susah. Gampang karena memang cuma tinggal membagi saja. Susahnya adalah mencari angka idealnya.

Dan kayaknya hampir semua user juga beranggapan bahwa kalau yang pegang bandwidth (a.k.a sysadmin/netadmin) itu pasti lebih cepat dari user kebanyakan. Dan hal tersebut seperti menjadi sebuah rahasia umum.

Dari pengalaman kerja di 4 tempat. Sepertinya anggapan tersebut memang terjadi di salah satu tempat kerja saya. Namun saya sendiri tidak tahu pastinya. Dan juga hal tersebut dari hasil 'investigasi' sendiri dan informan.

Di tempat kerja pertama, bandwidth memang sesuatu yang mahal. Buat user-user seperti kita, ya memang dapetnya rebutan. Dan saya pun mencoba-coba sendiri, dari nyoba ganti ip, ganti mac-address, dan sebagainya. Kesimpulannya, saat kita menggunakan ip dari sysadmin/netadmin/pimpinan kecepatannya memang lebih cepat, dan bisa lebih bebas (dalam hal download).

Di tempat kedua, kebetulan saya jadi sysadminnya. Tp dengan network yang un-managed. Jadi siapa cepat dia dapat. Gak ada pembatasan.

Di tempat ketiga, untuk semua IP dapet bandwidthnya sama. Gak ada pengecualian. Namun, khusus sysadmin/netadmin punya dua IP. Satu IP yang sejajar dengan user, satu lagi yang terhubung langsung ke backbone. Tp sejauh yang saya tahu, sysadmin/netadminnya fair kok. IP yang ke backbone tersebut memang diperlukan pada saat troubleshooting network. Jadi memang butuh yang selalu terhubung dengan router inti.

Di tempat keempat, disinilah saya bekerja sekarang. Disini semua ip dapet bandwidth yang sama. Dari pemimpin perusahaan sampai karyawan bawah. Bahkan sysadmin/netadmin-pun juga dapet bandwidth yang sama.

Kenapa semua dapatnya sama? Begini, dalam hal troubleshooting, kita lebih mudah, bahkan bisa lebih cepat tahu bila ada masalah. Misalnya begini, saat ada user yang bilang internet-nya lambat, nah harusnya sysadmin juga lambat, karena pembagian yang sama. Jadi sysadmin juga bisa tahu apabila ada masalah dalam jaringannya.

Berbeda apabila sysadmin mendapat bandwidth yang lebih banyak, sysadmin tidak akan merasakan apa yang dialami oleh user lain. Dan yang paling penting nih, pimpinan harusnya merasakan kecepatan browsing yang sama dengan user biasa, karena kalau pimpinan dapet lebih besar, maka pimpinan tidak akan tahu bahwa bandwidthnya sudah penuh dan butuh penambahan bandwidth.

Misalnya lagi dalam hal pencurian bandwidth, karena dapet bandwidthnya sama, maka mau pake ip berapapun juga ya dapetnya sama. Beda dengan tempat kerja saya yang pertama, dengan menggunakan ip sysadmin/pimpinan maka kita bisa lebih cepat browsingnya.

Dan satu contoh lagi, disalah satu tempat rekan saya, proxy-nya ada 2, proxy-biasa untuk user-biasa dan proxy-cepat untuk user-cepat. Maka ditempat rekan saya tersebut banyak sekali yang mencoba mencuri 'username' untuk dipakai di proxy-cepat.

Memang, sysadmin kadang butuh akses sesuatu yang urgent atau khusus. Namun hal tersebut menurut saya tidak berlangsung lama. Jadi pembagian bandwidth yang paling tepat dengan membagi sama rata seperti di tempat kerja saya sekarang ini.

Bagaimana di tempat anda?

--budiw

Comments

rahasia

kalo di tempat kerjaku gak tau... sysadmin-nya ga pernah bilang.. ntar tak tanyain deh.. abis internetnya ga pernah lambat sih.. hehehehe..

buat oktober hosting boleh.. server boleh.. voucher juga boleh... ;)

Syndicate content