ironi? kena batunya?

... cuplikan sebuah email ...
> From: budiw
> Big, server yang aku maintain ternyata bekerja sama dengan mlm yang aku gak suka... hiks.. hiks..

Hehehe itu, sobat! *jeda_sejenak*
Namanya ironi. Aku mau bilang kena batunya tapi kok ya gak pantas.

Kacamatanya kebalik, toh ternyata untuk survive orang-orang tersebut tetap butuh uluran tanganmu :P And they better behave them self or they'll meet the nastiest BOFH ever
*evil grin*

Jangankan untuk maintain sistem informasi, bikin spanduk aja mereka gak bisa ngerjain sendiri, mereka tetap harus bayar orang. Kalo semua orang sekaya leader mlmnya itu, kan malah repot. Mau ambil duit, atmnya kosong, gak ada petugas yang ngisi. Mau isi bensin gak ada petugas pomnya or even worse pertamina bubar karena para pejabat merasa lebih gampang dapat passive income dengan jualan jamu dari pada ngebor di lepas pantai teluk bintuni irian barat.

Dan itu benar-benar mereka sadari, bahkan mereka sendiri ngomong gitu untuk membela diri. Masih ingat orang di blogmu yang komentar, "Untung anda tidak tertarik kalo gak siapa yang mau buangin sampah saya"? Bedanya mereka dengan kita adalah, mereka bisa mengutuk orang-orang yang gak ikut mlm bahkan dengan melabeli "sibuk miskin sombong" segala tapi di saat yang sama mereka tetap meminta bantuannya (cetak spanduk, berobat ke dokter, jaga server?)

Sementara orang-orang kayak kita yang gak suka, punya pilihan buat terus kerja sama atau ditinggal. Kalau kita tinggal itu alasannya adalah idealisme ("Saya gak suka situ sebab situ suka senyum-senyum sama sapi saya sehingga sapi saya suka senyum-senyum sendiri"), tapi kalo toh kita ngelanjutkan kerja sama semata karena profesionalisme ("ono rego ono rupo, kon lali mbayar golek hosting nang lione ae").

udah ah entar dilanjutin lagi, mo training nih :)
.big

--budiw

Syndicate content