Teruntuk Ai

Ai,
Cintaku cuma untukmu,
Semalaman aku pupuk cinta ini,
Supaya bunga kita bisa tumbuh indah,

Ai,
Aku sirami cinta ini dengan tangisku,
Aku siami cinta ini dengan perhatianku,
Supaya bunga ini tahu, ada aku disini.

Ai,
Jangan digoyang pot bunganya ai,
Nanti tanahnya jadi jatuh berkurang,
Nanti bunganya jadi miring gak bagus.

Ai,
Tolong jaga bunga ini ya ai,
Sebisa kamu ai,
Dan jangan lupa kau siram ai,
Supaya bunganya tidak layu ai.

Ai,
Aku capek,
Bunganya tidak laju berkembang,
Apa pupuknya kurang ai?
Atau, aku terlalu banyak menyiramnya ai?

Ai,
Aku bingung,
Aku tidak punya buku tentang bunga ai,
Kupikir, aku tahu tentang bunga ai.

Ai!!!
Bunganya mati.
Aku ikut mati.

Comments

okE.. makasih Om... aq

okE..
makasih Om...

aq posting di blog nya Ai' yg masih cupu

http://ai-yangslalusaja.blogspot.com/

-Luck4me-

@ai'

boleh saja kok. tp kasih link ke url aslinya ya. sekalian kasih juga linknya dipublish dimana..

--budiw

minta dunk

pak budi minta izin copy-paste puisinya yah,,
coz nama panggilanku Ai'...
jd punya hak donk...hehehe

@aziz

Kasihan kmu sis..

--budiw

Heh.....

heh.....cinta cinta.
aku telah ditipu cinta :-p

seng

hmmm so sweeeeet

Wahhhhhh

hehehehe.. betul paman, melenakan..

--budiw

Duhhhhhhhhhhh

Kasmaran itu indah dan melenakan. Larang regane, kata orang Jawa. Sing rukun ya, Dik Budi. :)

Syndicate content